Akhirnya setelah sekian lama gue baru kepikiran buat nulis tentang hal macam ini.
Inget kan pas piala AFF? Iya itu loh yang ada Irfan Bachdim pake nomor punggung 17. Ho-oh yang pemain Filipina ganteng-ganteng. Mulai dari situlah gue menemukan cewek-cewek yang tadinya gak suka sepakbola mendadak jadi suka. Gue pribadi, dari SD gue udah suka banget ama Real Madrid. Yaa terserah lo lah mau ngomong Madrid gimana-gimananya. Yang pasti, gue bakalan bilang, "gue madridista".
Oke, sebenernya gak usah munafik lah ya.. Sebelum ada lelaki tampan di pitch kita (cewek) pasti bakalan males-malesan kan nonton bola? Hahaha. Gue deh nih contohnya. Gue sangat amat teramat suka dengan Kaka (pemain Real Madrid nomor punggung 8). Sewaktu dia cidera parah sehabis world cup 2010 dia gak masuk squad utama Madrid sampai akhirnya Madrid beli Mesut Ozil dari Werder Bremen buat ngisi tempatnya Kaka di pitch, mulai dari situ lah setiap Real Madrid tanding gue agak males-malesan nontonnya. Selain La Liga mulai nya jam 1 atau jam 3 pagi, hal yang paling mendukung rasa malas nonton adalah: Kaka gak ada di pitch.
Jadi, gue gak bakalan menyalahkan juga kalo para wanita itu jadi suka sepakbola karena ada pemain yang ganteng. Bayangin deh, pemain bola atau olahragawan apapun kalo lagi tanding gak mungkin pake make up, yang ada malah keringetan ampe badan lepek dan blopotan tanah/rumput (kalo pemain sepakbola), jadi gantengnya mereka yang cewek-cewek gembar-gemborkan itu beneran keliatan alami. Meeeen!! Lo semua mesti liat kalo Kaka lagi di pitch!! *tetep promo*
Gue nulis ini sebenernya karena 'gerah' ngeliat/ngedenger tanggapan cowok-cowok yang dengan seenak ruang kosong otak mereka bilang, "ah paling lo nonton ini karena ada si Fabregas", atau "emang nanti Casillas main ya?pasti lo bela-belain bangun tengah malem karena mau liat dia deh". Meeen.. Pernah gak sih lo mikir kalo lo nonton film The Proposal cuma karena mau liat Sandra Bullock nya doang? Atau lo nonton Puteri Indonesia/Miss Universe karena lo mau liat cewek-cewek cantik sexy pinter dll itu doang. Apa bedanya dong sama kita (cewek) yang bela-belain bangun malem atau nonton sepakbola demi ngeliat cowok ganteng? Oke, beda urusannya kalo si cewek tersebut Madridista, Barcelonista, Gooners, United Fans, dan sejenisnya. Atau mungkin, beda urusannya kalo si cowok tersebut emang mengkhayati nonton pencarian wanita tercantik itu.
At least, yang mau gue tekankan: berhubung gue dan cewek-cewek lainnya masih normal, gak ada salahnya kan menikmati sepakbola sambil cuci mata. Hahaha. HalaMadrid!! *tetep*
Senin, 17 Januari 2011
Kamis, 13 Januari 2011
love (?)
Hey, I'm not falling love with someone anyway. Hahaha.
Ok, ini efek nonton film Nick and Norah dimalam hari ketika gak punya pacar atau orang yang disukai atau orang yang menyukai. Sejujurnya, gue agak lupa gimana rasanya pas bener-bener suka sama orang. My last ex? Just forget him. Don't you think it just too suck to have a relationship to someone in far far away? I just meet him 3times. 3times in 1,5years! We never have a physical stuff or something. Hahaha. Hey, I'm normal girl and I have kissed and blablablabla with another guy but I'm not a bitch at all. I just think how can I totally forget to love someone again? I'm single for 6months. I don't have a benefit friend. I don't have someone who I like (except that footballers or actors). I never dress my self well. I leave my usual sport (jogging, badminton, or tennis) it make my body so BIG. I eat what I want to eat. I drink what I want to dri(u)nk. I watch movie with my friends. I go to mall with my friends too. I spend my time by tweeting, watching football, dvd, or read some news. I cut my hair to short. I never start my self to close to someone.
I'm not a lesbian. I'm totally straight. And you know what, kadang gue juga agak iri dengan pasangan yang ber-lovely dovey di twitter, gandengan di mall, dan sejenisnya. But I can't. Just have a silly traumatic. Mungkin gue selalu kepikiran: kalau pun gue punya pacar yang satu kota, gue bakalan ribut gak penting yang ujungnya gue migrain atau nangis menjijikan. Kalau pun gue punya pacar yang nan jauh disana, gue bakalan emosi setengah hidup dengan sinyal provider handphone gue atau gue juga bakalan nggak mau juga punya pacar yang cuma bisa didenger suaranya dan dibaca smsnya.
Jadi ingin berandai-andai. Seandainya gue bisa milih cowok buat dijadiin pacar, mungkin gue akan pengen cowok yang nyambung diajak ngomongin tentang bola (iya gue suka nonton bola dan ngikutin beritanya. Gak salah kan), bersikap natural gak dibuatbuat kalo sakit kalo kangen kalo ngomong, has a good joke, has a great sense of music, has a same favorite movie with me or at least great favorite movie. Dan jujur, gue muak dengan drama yang dibuatbuat untuk kehidupan. Is that too much? Hahaha.
One of my sista said: "there's only 4 type of man in the world. Nerd, jerk, gay, useless". I think I prefer to see jerk and never have a real fall with them. Maybe I'll finish my fuckin college than I search my lost prince to send him Maximus Prime or something. But if we have comfort zone, I know it will be hard to leave it, no one can blame it. And I feel comfort with this condition. Just myself, a flat day, campus, friends, hangout, beer or wine sometimes, film, music, football, gadget, twitter. Or maybe I just not ready to face another life. But I miss to fall.
"We did it, and you're great. That's what I want and what you want too."
Ok, ini efek nonton film Nick and Norah dimalam hari ketika gak punya pacar atau orang yang disukai atau orang yang menyukai. Sejujurnya, gue agak lupa gimana rasanya pas bener-bener suka sama orang. My last ex? Just forget him. Don't you think it just too suck to have a relationship to someone in far far away? I just meet him 3times. 3times in 1,5years! We never have a physical stuff or something. Hahaha. Hey, I'm normal girl and I have kissed and blablablabla with another guy but I'm not a bitch at all. I just think how can I totally forget to love someone again? I'm single for 6months. I don't have a benefit friend. I don't have someone who I like (except that footballers or actors). I never dress my self well. I leave my usual sport (jogging, badminton, or tennis) it make my body so BIG. I eat what I want to eat. I drink what I want to dri(u)nk. I watch movie with my friends. I go to mall with my friends too. I spend my time by tweeting, watching football, dvd, or read some news. I cut my hair to short. I never start my self to close to someone.
I'm not a lesbian. I'm totally straight. And you know what, kadang gue juga agak iri dengan pasangan yang ber-lovely dovey di twitter, gandengan di mall, dan sejenisnya. But I can't. Just have a silly traumatic. Mungkin gue selalu kepikiran: kalau pun gue punya pacar yang satu kota, gue bakalan ribut gak penting yang ujungnya gue migrain atau nangis menjijikan. Kalau pun gue punya pacar yang nan jauh disana, gue bakalan emosi setengah hidup dengan sinyal provider handphone gue atau gue juga bakalan nggak mau juga punya pacar yang cuma bisa didenger suaranya dan dibaca smsnya.
Jadi ingin berandai-andai. Seandainya gue bisa milih cowok buat dijadiin pacar, mungkin gue akan pengen cowok yang nyambung diajak ngomongin tentang bola (iya gue suka nonton bola dan ngikutin beritanya. Gak salah kan), bersikap natural gak dibuatbuat kalo sakit kalo kangen kalo ngomong, has a good joke, has a great sense of music, has a same favorite movie with me or at least great favorite movie. Dan jujur, gue muak dengan drama yang dibuatbuat untuk kehidupan. Is that too much? Hahaha.
One of my sista said: "there's only 4 type of man in the world. Nerd, jerk, gay, useless". I think I prefer to see jerk and never have a real fall with them. Maybe I'll finish my fuckin college than I search my lost prince to send him Maximus Prime or something. But if we have comfort zone, I know it will be hard to leave it, no one can blame it. And I feel comfort with this condition. Just myself, a flat day, campus, friends, hangout, beer or wine sometimes, film, music, football, gadget, twitter. Or maybe I just not ready to face another life. But I miss to fall.
"We did it, and you're great. That's what I want and what you want too."
besties
First of all, happy birthday Wido! Wish all the great for you :)!
She is one of my besties in last campus. Haha. Setelah berusaha mencari buku inception (atau deception?) point yang endingnya gak ketemu, gue, Christina, dan Pipit memutuskan untuk ngasih kado boneka beruang yang lumayan ganggu (baca: so cute) buat wido. It can sing!! "Happy birthday Wido! Happy birthday Wido! Happy birthday happy birthday happy birthday Wido!". And we have a great day. Laugh, share, joke, gossip, and make a noise. We love today!
Glad to have you all girls :)!!
She is one of my besties in last campus. Haha. Setelah berusaha mencari buku inception (atau deception?) point yang endingnya gak ketemu, gue, Christina, dan Pipit memutuskan untuk ngasih kado boneka beruang yang lumayan ganggu (baca: so cute) buat wido. It can sing!! "Happy birthday Wido! Happy birthday Wido! Happy birthday happy birthday happy birthday Wido!". And we have a great day. Laugh, share, joke, gossip, and make a noise. We love today!
Glad to have you all girls :)!!
Minggu, 19 September 2010
self
Pernah gak sih lo nyari jati diri lo sendiri? Atau paling enggak nemuin orang yang ampe niat banget nyari jati dirinya dia?
Gue pernah. Jadi, gue punya temen, cowok. Sebut aja namanya Rio deh. Dia Chinese, beda umurnya kira-kira 3 tahun lah sama gue, lebih tua dia. Kebetulan nih, gue habis ngobrol panjang lebar sama dia. Gue kenal baik lah sama si Rio ini. Orangnya emang pekerja keras, pinter (suka bener baca wikipedia), tapi rada ngehe nih anak. Kenapa gue bilang ngehe? Karena kadang omongannya sering banget gak di saring, berisik, cerewet, dan paling nggak bisa diem. Emang sih dia pikirannya luas banget, sayangnya karena ke-ngehe-an-nya kadang bikin orang yang baru kenal ama dia nge-cap dia anak yg bikin rusuh doang. Tapi sebenernya kalo kenal dia lebih deket, gue yakin 100% lo bakalan salut sama dia! Percakapan gue sama dia dibuka dengan "besok masuk kuliah?", gue nanya ke dia dan dia jawab panjaaaaaaaaaaang bener. Dari mulai jadwal dia kuliah, website kampusnya yang udah diperbaharui jadi ribet dan bikin dia pusing, sampe mata kuliah apa aja yang dia ambil. Sampe akhirnya, gue berdua emang suka banget ngomongin musik sama olahraga. Menuju lah percakapan ke bidang olahraga. Dia anak klub renang dikampusnya. Dia cerita kalo dia juga ikut seleksi perenang Indonesia. Tapi sayangnya gak lolos, sedangkan umur dia udah 21 menjelang 22 tahun. Nah, emang dasarnya dia orang yang nggak bisa diem, tiba-tiba dia membuat kejutan buat gue. Dia ikut kung fu! Masya ampun! Gue tanya dong alasannya dia ikut kung fu apaan. Dan alasannya: "gue kan orang cina nih Ras. Gue pengen tau, apa aja sih yang ada di dalem diri gue. Dagang udah gue lakuin, gue bantuin catering nyokap gue. Musik udah gue lakuin juga tuh gue bisa main gitar akustik. Belajar yah mudah-mudahan sih tahun depan selesai ya Ras, maklum lah gue ambil double degree, tapi gue juga pengen S2 nih Ras! Gue pengin kuliah S2 di Belanda! Tapi gue gak akan mau dibiayain sama orang tua gue! Gue harus dapetin bea siswa! Atau kalo nggak dapet bea siswa, gue pake uang gue sendiri! Tapi yang pasti, gue mau ngedalemin ilmu ekonomi gue! Terus olahraga, gue kemaren kan renang ikut, eh pas seleksi atlet nasional gue gak lolos Ras, jadi sekarang gue lagi belajar kung fu nih! Kata nyokap gue, gue harus tau dulu sebelum milih apa-apa. Jadi, gue kemaren browsing di wikipedia nih Ras tentang kung fu! Macem-macem ternyata ya gayanya! Ada yang gaya Cina selatan, ada yang gaya Cina utara Ras! Lo tau sungai yang panjang banget itu kan di china? Nah! Itu yang ngebedain! Tapi nih Ras, kalo gue pikir-pikir sama kehidupan kita di jakarta, kayaknya kali ciliwung tuh juga yg ngebedain hidup kita.". Dan bener aja gitu dia ngeprint dari wikipedia semua artikel tentang kung fu. Gile. Oiya, itu baru segelintir yang dia omongin ke gue. Selebihnya, jari gue pegel buat ngetik omongannya dia doang. Bisa diliat kan dari omongannya? Dia udah punya kerjaan. Ada 2 pekerjaan tetap dan yang lainnya serabutan. Gunanya dia kerja ampe banting tulang dan mata tambah sipit itu adalah: biaya kuliah.
Kampret, gue langsung tertohok loh. Dan FYI kuliahnya dia itu nggak murah. Dia double degree yang which is 1sks nya 165000,- dan dia ada 20sks belum lagi uang tahunannya 4.800.000,-. Itu dia bayar pake uang hasil kerjanya dia. Antara salut sama heran gue. Tapi gak ada yang nggak mungkin kalo buat biaya sekolah. Dan jujur, gue ketawa ngakak pas tau alasan dia mau ambil S2 di Belanda. Karena pemain bola kesukaannya dia yang namanya Dennis Berkham (pemain Bologna jaman dulu) adalah orang Belanda. Absurd men. Mungkin kalo di gue, gue pengen banget ke Madrid karena gue suka banget sama Real Madrid, tapi gak untuk sekolah. Gue dan dia juga termasuk orang yang suka banget ngomongin masalah kehidupan manusia yang sekarang, agama, dan ngitung duit, sampe segala pengeluaran dan pemasukan nya pasti kita pikirin dan diskusiin. Gue selalu aja ada masa down nya. Tapi dia, selalu semangat ngejalanin hidupnya. Slogannya dia cuma satu: "nggak ada yang nggak mungkin.". Gue salut sama lo Rio :).
Gue pernah. Jadi, gue punya temen, cowok. Sebut aja namanya Rio deh. Dia Chinese, beda umurnya kira-kira 3 tahun lah sama gue, lebih tua dia. Kebetulan nih, gue habis ngobrol panjang lebar sama dia. Gue kenal baik lah sama si Rio ini. Orangnya emang pekerja keras, pinter (suka bener baca wikipedia), tapi rada ngehe nih anak. Kenapa gue bilang ngehe? Karena kadang omongannya sering banget gak di saring, berisik, cerewet, dan paling nggak bisa diem. Emang sih dia pikirannya luas banget, sayangnya karena ke-ngehe-an-nya kadang bikin orang yang baru kenal ama dia nge-cap dia anak yg bikin rusuh doang. Tapi sebenernya kalo kenal dia lebih deket, gue yakin 100% lo bakalan salut sama dia! Percakapan gue sama dia dibuka dengan "besok masuk kuliah?", gue nanya ke dia dan dia jawab panjaaaaaaaaaaang bener. Dari mulai jadwal dia kuliah, website kampusnya yang udah diperbaharui jadi ribet dan bikin dia pusing, sampe mata kuliah apa aja yang dia ambil. Sampe akhirnya, gue berdua emang suka banget ngomongin musik sama olahraga. Menuju lah percakapan ke bidang olahraga. Dia anak klub renang dikampusnya. Dia cerita kalo dia juga ikut seleksi perenang Indonesia. Tapi sayangnya gak lolos, sedangkan umur dia udah 21 menjelang 22 tahun. Nah, emang dasarnya dia orang yang nggak bisa diem, tiba-tiba dia membuat kejutan buat gue. Dia ikut kung fu! Masya ampun! Gue tanya dong alasannya dia ikut kung fu apaan. Dan alasannya: "gue kan orang cina nih Ras. Gue pengen tau, apa aja sih yang ada di dalem diri gue. Dagang udah gue lakuin, gue bantuin catering nyokap gue. Musik udah gue lakuin juga tuh gue bisa main gitar akustik. Belajar yah mudah-mudahan sih tahun depan selesai ya Ras, maklum lah gue ambil double degree, tapi gue juga pengen S2 nih Ras! Gue pengin kuliah S2 di Belanda! Tapi gue gak akan mau dibiayain sama orang tua gue! Gue harus dapetin bea siswa! Atau kalo nggak dapet bea siswa, gue pake uang gue sendiri! Tapi yang pasti, gue mau ngedalemin ilmu ekonomi gue! Terus olahraga, gue kemaren kan renang ikut, eh pas seleksi atlet nasional gue gak lolos Ras, jadi sekarang gue lagi belajar kung fu nih! Kata nyokap gue, gue harus tau dulu sebelum milih apa-apa. Jadi, gue kemaren browsing di wikipedia nih Ras tentang kung fu! Macem-macem ternyata ya gayanya! Ada yang gaya Cina selatan, ada yang gaya Cina utara Ras! Lo tau sungai yang panjang banget itu kan di china? Nah! Itu yang ngebedain! Tapi nih Ras, kalo gue pikir-pikir sama kehidupan kita di jakarta, kayaknya kali ciliwung tuh juga yg ngebedain hidup kita.". Dan bener aja gitu dia ngeprint dari wikipedia semua artikel tentang kung fu. Gile. Oiya, itu baru segelintir yang dia omongin ke gue. Selebihnya, jari gue pegel buat ngetik omongannya dia doang. Bisa diliat kan dari omongannya? Dia udah punya kerjaan. Ada 2 pekerjaan tetap dan yang lainnya serabutan. Gunanya dia kerja ampe banting tulang dan mata tambah sipit itu adalah: biaya kuliah.
Kampret, gue langsung tertohok loh. Dan FYI kuliahnya dia itu nggak murah. Dia double degree yang which is 1sks nya 165000,- dan dia ada 20sks belum lagi uang tahunannya 4.800.000,-. Itu dia bayar pake uang hasil kerjanya dia. Antara salut sama heran gue. Tapi gak ada yang nggak mungkin kalo buat biaya sekolah. Dan jujur, gue ketawa ngakak pas tau alasan dia mau ambil S2 di Belanda. Karena pemain bola kesukaannya dia yang namanya Dennis Berkham (pemain Bologna jaman dulu) adalah orang Belanda. Absurd men. Mungkin kalo di gue, gue pengen banget ke Madrid karena gue suka banget sama Real Madrid, tapi gak untuk sekolah. Gue dan dia juga termasuk orang yang suka banget ngomongin masalah kehidupan manusia yang sekarang, agama, dan ngitung duit, sampe segala pengeluaran dan pemasukan nya pasti kita pikirin dan diskusiin. Gue selalu aja ada masa down nya. Tapi dia, selalu semangat ngejalanin hidupnya. Slogannya dia cuma satu: "nggak ada yang nggak mungkin.". Gue salut sama lo Rio :).
Kamis, 26 Agustus 2010
friends
Hari ini gue buka puasa bareng sama temen-temen kampus gue yang lama. Sebenernya ini yang bikin gue berat banget ninggalin kampus itu. Emang sih kalo ngomongin pelajarannya rasa-rasanya gue pengen bakar ruang dosen. Tapi kalo udah ketemu temen-temen, gue seneng banget. Selalu ada aja yang bisa gue ketawain bareng-bareng mereka, bahkan saat belajar. Contoh aja nih, ada orang yang sekelas sama gue 'unik' banget. Kita sebut nama dia embip. Si embip ini umurnya udah 30-an, married, has one child, udah sarjana sastra jepang & d3 komputer, bermobil mercy C-500, and you know what, suaminya bule. Sumpah yee, bule emang seleranya aneh. Nah, si embip ini penuh dengan ke-unik-an. Let's imagine it: warna kulit kyk pantat penggorengan, rambut mirip ijuk di extension bawahnya doang pula, kecil banget, kurus, ber-eye-shadow biru, ber-lipstik merah menor, ber-bedak tebel, ber-high heels, dll. Intinya: dia penghibur di kala bosan dan pembuat muak di kala makan. Jahat abis gue. Bodo amat. Lanjut, pernah nih suatu hari di semester 1 gue dapet mata kuliah pengantar hukum perdata dan dagang, si dosennya ini tiba-tiba nyariin embip yang waktu itu lagi nggak masuk kuliah: "oiya, si cantik mana nih?", dan seisi kelas ngakak jumpalitan karena konotasi tersebut. Malemnya, ada temen sekelas gue yang ngasih tau si embip via FB: "eh embip, tadi pak Kus nyariin lo tuh..katanya, si cantik mana nih??", eeh tau-tau nya embip langsung bikin status: "ya ampun!!masa' gue di bilang cantik sama salah satu dosen gue?! Padahal tuh gue kalo ke kampus biasa banget!! Aduh!!". CANTIK DARI BIJI MATA!! Gile tuh orang! Naaah, minggu depannya si embip dateng ke kelas pengantar hukum perdata dan dagang itu, di tengah-tengah sesi belajar tau-tau dia nyanyi booooy!!!!!! Gue waktu itu duduk pas banget di belakangnya dia. Di barisan itu emang biasanya berisi gue sama temen-temen gue. Ada gue, Ressa, Fina, Christina, Embun, Sari, dan Pipit. Pas si embip nyanyi-nyanyi, gue sama Ressa udah bisik-bisik: "bunyi apaan sih nih Ress?" Si Ressa juga bingung gitu jawabnya: "iya ya??apaan sih ini??". Dan ternyata, pas gue telusuri, si embip aja gitu yang karaokean di kelas, dan lagunya!!!! Bayangkan dengan suara pemujaan setan di pedalaman: "menghitung hari..detik demi detik..", ini mending deh masih sayup-sayup kedengerannya, nah pas bagian: "PERGI SAJA CINTAMU PERGI, BILANG SAJA PADA SEMUA, BIAR SEMUA TAU ADANYA!!!!!", buseeeeeet itu kedengeran ampe ke kursi paling belakang yang which is isinya anak-anak cowok yang bocor-bocor!!! Semua anak di kelas memaki sambil ketawa. GOBLOK!! Gue nggak tahan lagi buat ngeluarin cela-celaan gue buat dia. Akhirnya, gue inget tuh kakak-nya si Fina baru aja balik dari Afrika Selatan, demi kepuasan batin bisa nyela-nyela embip, gue bilang ke Fina: "Fin! Kalo lo dikasih hewan langka dari Afrika sama kakak lo, jangan lo bawa-bawa ke kelas dong! Gaenak kan nih bunyi-bunyi gini! Lo juga tuh Christ! Moso' your sistah from hell lo ajak ke kampus! Ga baik ngajak orang rumah ke kampus!", dan tawa pun pecah di kelas. Oiya! Menurut kabar yang beredar, si embip itu designer baju, tapi yang gue nggak ngerti, kenapa dia malahan jadi fashion disaster? BIG DISASTER! Mari kita berimajinasi lagi (maaf mengacaukan imajinasi anda) : embip suka sekali memakai legging hitam ketat, kemeja putih transparant yang berlengan pendek sekali dan panjang nya hanya sampai perut, ber-BEHA pink, dan ber-high heels warna ijo lumut tapi glossy. Belum lagi nih, bawaan dia kalo kuliah tuh banyaaak banget. Nggak ngerti deh gue guna-nya buku-buku, kertas, dll itu apaan. Damn. Sakit mata gue ngeliatnya. Dan masih banyak cerita lainnya tentang embip. Salah satu temen gue ada yang punya hobi bikin parodi tentang embip, kali ini tentang profesinya embip yang katanya designer. Begini parodinya: "eh, gue ngebayangin ya kalo ada orang yang pengen bikin baju ama dia, pasti kan ngeliat gaya designernya dulu, nah kalo designernya aja begini?! Bisa aja si konsumen bilang: 'mbak, saya mau ketemu designernya langsung dong.', trus si mbak-mbak manggilin designernya yang which is si embip, gue jamin si konsumen nggak bakalan jadi bikin baju disitu!!". Ada lagi, gue bilang: "wah emang nih, tampang nggak jadi patokan buat isi kantong! Liat mobilnya men!! Mercy!!", dan temen gue bilang dengan semangat: "tampang sih nggak apa-apa, tapi bungkusannya itu loh!!", lo pikir pocong kali ah pake di bungkus. Pokoknya, embip nggak ada matinye!! Nah, percakapan gue sama temen-temen deket gue di kelas juga biasanya nggak jauh-jauh dari orang yang ukurannya 3x badan gue, kita sebut saja namanya Barney. Nih cewek rambutnya panjang dan diwarnain merah (beneran merah darah), ber-soft lense, hobinya nelpon, dan bajunya nggak pernah ganti. ituuuuuuu mulu. Misal nih, hari ini dia pake baju batik yg bunga-bunga, besoknya dia pake baju batik yang ada gambar daun-nya, nah besokannya lagi dia pake baju batik yang bunga-bunga lagi. Begitu aja terus. Ampe bosen gue liatnya. Embun dan Sari selalu ber-kesimpulan: "aah paling baju-nya belom selesai di jahit tuh di penjahitnya!!", tapi tetep aja kesimpulan itu sebenernya makna konotasi. Pernah suatu hari barney pake baju, rok, bando, dan pashmina warna pink. Asli, gue, Christina, dan Pipit nahan ngakak ngeliatnya. Pas gue bertiga udah ada di kelas yang lumayan sepi dan barney gak keliatan, Christina langsung mengeluarkan sarkasmenya: "ya ampun!! Barney lucu banget deh hari ini!! Pengen gw bawa pulang!!", gue sama Pipit langsung ngeluarin pertanyaan yang jelas: "gimana cara bawa nya Christ??", dan di jawab dengan jelas: "gue seret lah!!", dan tawa pun meledak. Pokoknya, hiburan di kelas gue adalah embip dan barney. Kenyang abis kalo ngatain mereka berdua.
Intinya, mereka teman yang baik. Gue ngarep banget bisa satu kampus sama mereka. Tapi sayangnya, gue nggak bisa. I'll miss you all :) .
Intinya, mereka teman yang baik. Gue ngarep banget bisa satu kampus sama mereka. Tapi sayangnya, gue nggak bisa. I'll miss you all :) .
Senin, 23 Agustus 2010
shit happens
Baiklah.. Sepertinya gue baru aja ngedapetin ceramah untuk kehidupan. Nyambung lagi sama cerita kemarin yang judulnya fall. Minggu pagi gue nemuin kakak kelas gue buat ngasihin sarapan. Okay, agak aneh. Intinya, gue emang udah janjian sama dia untuk ketemu di minggu pagi. Ehm, gue pertama kalinya masak. Dia fix jadi kelinci percobaan masakan gue. Dan untung masakan gue habis di lahap sama dia untuk waktu 5 menit. Okay sukses. Tapi, entah ada angin apa dipagi hari yang sangat amat sepi itu, dia nanya: "cowok lo mana?", asli, gue enek se-enek-enek-nya ngejelasin ke dia kalo gue sekarang udah nggak punya pacar lagi. Alhasil gue bilang: "sape yang punya pacar? Virus putus lo nyebar kemana-mana deh kyknya.". Dan gue memutuskan untuk sibuk ngeliat sekeliling. Cuma ada 4 orang disitu including gue. Ada operator, dia, anak yang lagi latihan siaran, dan gue. Seperti biasa, gue punya penyakit tidak bisa nyaman disuatu tempat yang baru. Gue cuma bengong, ngeliatin gaya calon penyiar yang asoy abes. Sedangkan gue berasa jadi gembel disitu. Saking garingnya ngedengerin bacotannya dia (kakak kelas gue) yang toak banget. Lanjut, tanpa gue sangka, dia malah cerita tentang mantannya!! Gue bingung mau ngomong apa setelah dia bilang: "jangan-jangan lo kenal sama mantan gue! Soalnya mantan gue kenal sama lo.", gue kaget dan gue langsung nanya: "jangan bilang si cika!", dan unfortunately dia ngejawab: "iya,emang cika!". Gue duduk, lemes banget, rasanya gue mau terjun langsung ke lantai dasar. FYI gue lumayan deket sama si cika itu, dia yang megang kelas gue waktu gue ospek di kampus gue yang lama. Gue kehabisan napas saat itu juga, tetep usaha buat keliatan normal kyk ga ada apa-apa, padahal gue udah sms dhita (salah satu sistah gue) buat ngluarin ke-nyesek-an gue pagi itu. Keluar dari ruang siaran dia kembali ngomong dengan volume suara yang membahana dan tidur-tiduran di sofa sebelah gue, and you know what, dia ngomongin cika!! Demi percy jackson gue udah nggak kuat ngedengerin celotehannya tentang cika, lebih lagi si cika baik banget sama gue, sedangkan dia ('senior') cerita tentang sifatnya cika yang menurutnya kyk putri raja dan kebanyakan anak kampus itu lainnya. Gue gak tahan, akhirnya motong arah omongannya dia: "udah makan belom?", dia ngejawab penuh semangat, "belom.", dan gue ngeluarin masakan gue pagi itu, makaroni dan nugget, selanjutnya, dia nggak bisa buka bungkusan plastik yang emang gue iket mati (niatnya biar nggak tumpah) dan ujung-ujungnya gue yang bukain tuh iketan. Gue memutuskan untuk bikin CV dikantor itu. Selebihnya, gue ngobrol tentang kuliah. Dan JGER!! akhirnya gue bilang kalo gue pindah kampus. Dia kaget. Gue lebih kaget lagi karena ekspresi muka dan suaranya. Anjing, ngapain juga dia mesti triak?! Tapi yasudahlah, emang dia terkenal berisik. Gue diceramahin lamaaaaaaaaaaaaaaaa banget. Sampe akhirnya gue bilang: "yaudahlah, gue emang gak kuat disitu. Lebih lagi, akuntanshit emang bukan minat gue.", dan nggak mempan! Dia masih bilang: "lo belom tau kan cerita gue disitu? Lo masih mending IP lo 2,5! Gue lebih tragis dari itu semua. Sebentar, gue ngomong dulu.". Ebuset.. Nggak ada yang lebih tragis lagi kah slain di ceramahin pagi-pagi buta dengan perbekalan tidur 2jam?? Worst. Asli, the worst morning ever. Phew! Dan setelah 1jam gue disitu, akhirnya sampe juga pada percakapan tentang masalah ekonomi&bisnis, sastra, dan yang agak gue heran, masalah keluarga. Jujur, gue kagum sama dia. Sangat kerja keras. Mungkin kalo gue punya kakak kyk gitu, yang gue lakuin setiap hari: mijitin dia, bikinin dia makanan, ngajak dia main PS sampe stick jebol biar otaknya agak terhibur. Kenapa agak terhibur? Karena dia idealis. Terlalu idealis sampai gue nggak bisa mikir kenapa dia punya pikiran kyk gitu. Dan akhirnya dia mati-matian mengkiritik social networking, BlackBerry, dan kawan-kawannya. "Ngapain sih orang pake BB? Emang kegunaan BB itu apa sih? Twitter? Facebook? BBM? Apa sih? Browsing kan bisa pake modem di rumah. LO JUGA!! Ngapain juga lo pake BB?!! Pake tuh HP biasa aja!!". Kampret. Kena lagi gue. Gue speechless, akhirnya gue bilang: "yaa suka-suka orang dong.". Harapan gue biar dia diem ternyata nggak berhasil. Dia tetep memborbardir gue dengan: "lo kenapa pake?", gue bingung dan gue ngejawab sekenanya: "iseng.". Dan akhirnya dia tetep ngomongin BlackBerry sampe kuping gue panas. Intinya, gue bengong dengan pikiran-pikirannya itu. Gue nggak tahan lagi, dan gue bilang jelas-jelas ke dia: "lo tuh terlalu idealis. Nggak semua orang kan bisa kyk lo. Nikmatin hidup lo. Lo masih muda.". Dan gue menghela napas panjang. Saking panjangnya dia ngeliatin gue dan untuk pertama kalinya dia ngomong dengan suara yang pelan: "iya. Mungkin gue terlalu idealis.". BUKAN MUNGKIN!! TAPI TERLALU IDEALIS!!! *emosi*, tapi gak gue lontarkan lantaran gue udah keburu lemes duluan. Dan pertemuan itu berakhir dengan perjanjian: "oke, gue janji kalo gue kesini lagi, gue nggak akan pake BlackBerry lagi.". Dan dia ketawa puas. Gue? Gue garuk-garuk dinding. Percakapan di lift sampai lantai dasar pun masih dia isi tentang BlackBerry. Jujur, gue capek, ngantuk, laper. Gue milih buat diem, dan akhirnya nanya: "minggu depan siaran lagi?", dia jawab: "iya. Tiap minggu gue siaran.". Gue nanya lagi: "mau sarapan apaan?", dia jawab: "ahh nyantai aja, kalo lo mau dateng, dateng aja.". Okay, gue nyerah dengan segala pemikirannya yang ajaib, akhirnya gue mengakhiri pertemuan hari itu dengan: "jaga kesehatan. Dadah.".
Selasa, 17 Agustus 2010
Independent
Hari ini 17 Agustus 2010, 65 tahun Indonesia merdeka. Tapi yakin udah merdeka? Produk luar negeri masih banjir niih di pasaran. Ditambah kita-nya juga lebih bangga pakai merk luar negeri. Contoh aja nih, lebih pede mana pakai baju Zara atau baju made in tanah abang? Gue sih jujur aja lebih pede pakai yang merk Zara. Alasannya? Model OK, bahan OK, jahitannya OK, tapi harganya nggak OK. Ini niih yang jadi masalah Indonesia. Coba lo pegang baju Zara, trus lo pegang baju tanah abang. Bahannya beda kan? Padahal, kalo mau sadar diri dikiiit aja, bahan yang baju Zara pasti bejibun ada di Indonesia. Masyarakat kita aja pada nggak bisa ngelola nya biar tambah bagus. Ditambah lagi model baju nya. Coba tengok sebentar ke esmod atau kampus-kampus oke lainnya yang ada jurusan fashion design. Mereka-mereka yang sekolah disitu pasti punya sense of fashion yang bagus banget. Tapi ujung-ujungnya, mereka labih milih hijrah ke luar negeri buat dapetin nasib yang mendingan dikit. Itu dari segi fashion. Sekarang dari segi teknologi. Sepengelihatan gue, banyak banget anak-anak yang canggih bener masalah teknologi, tapi pada kemana ya sekarang? Ternyata, mereka pun lebih milih kerja di luar negeri. Alasannya, tentu aja gaji dan di luar negeri, orang-orang yang mendekati jenius kyk gitu lebih di hargai. Turn back ke sekolah yang dulu di buat untuk anak-anak yang minat untuk bikin pesawat, kenyataannya sekarang, udah nggak ada. Ada STM yang di deket daerah blok M yang kerjaannya malah berantem terus. Nggak mutu amat.
Lanjut, tadi gue lihat acara tv yang ngewawancara beberapa artis cilik dan artis dewasa, bayangin, ada aja gitu yang nggak hafal lagu-lagu wajib nasional. Contoh, maju tak gentar, garuda pancasila, rayuan pulau kelapa, dan *tarik napas* Indonesia Raya. Giliran lagunya Justin Bieber, Miley Cyrus, Taylor Swift, Bring Me The Horizon, All Time Low, Superman Is Dead, J-Rock, dkk hapal, lalu, pancasila, pembukaan Undang-Undang Dasar RI 1945, Sumpah Pemuda, naskah Proklamasi, nama pahlawan, dsb juga mereka nggak hapal. Mau jadi apa boooooy? Katanya merdeka?
Ada juga yang bilang gini: ”bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya.”. Tapi, banyak pahlawan yang hidupnya susah bener. Nggak bisa kah gaji para bejabat itu dipotong 70%? Se-enggaknya, Rp.65.000.000,- kalo dikurangin 70% nya masih Rp.19.500.000,- kok. Masih cukup buat hidup 2 bulan tuh, sedangkan perhitungan Rp. 19.500.000,- itu adalah gaji sebulan yang SEWAJARNYA mereka kantongin tiap bulan. Kadang gue mikir, kalo gue dapet Rp.65.000.000,- sebulan selama bertahun-tahun, mau gue apain ya? Emang banyak siih baju, sepatu, tas atau barang-barang ajaib lainnya yang harganya selangit. Tapi, masa iya gue mau shopping ampe gila tiap bulan? Mending uangnya dipakai buat ngebangun negara aja. Atau buat ngurusin tuna wisma, memperbaiki makanan yang buat dipenjara (kecuali kalo penjaranya berbintang 5 yaa :p ), dan yang paling penting: buka lapangan kerja dan jamin kesehatan orang-orang yang berpengaruh dalam kemerdekaan negara Indonesia selagi zaman perang. Any other suggest?
Lanjut, tadi gue lihat acara tv yang ngewawancara beberapa artis cilik dan artis dewasa, bayangin, ada aja gitu yang nggak hafal lagu-lagu wajib nasional. Contoh, maju tak gentar, garuda pancasila, rayuan pulau kelapa, dan *tarik napas* Indonesia Raya. Giliran lagunya Justin Bieber, Miley Cyrus, Taylor Swift, Bring Me The Horizon, All Time Low, Superman Is Dead, J-Rock, dkk hapal, lalu, pancasila, pembukaan Undang-Undang Dasar RI 1945, Sumpah Pemuda, naskah Proklamasi, nama pahlawan, dsb juga mereka nggak hapal. Mau jadi apa boooooy? Katanya merdeka?
Ada juga yang bilang gini: ”bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya.”. Tapi, banyak pahlawan yang hidupnya susah bener. Nggak bisa kah gaji para bejabat itu dipotong 70%? Se-enggaknya, Rp.65.000.000,- kalo dikurangin 70% nya masih Rp.19.500.000,- kok. Masih cukup buat hidup 2 bulan tuh, sedangkan perhitungan Rp. 19.500.000,- itu adalah gaji sebulan yang SEWAJARNYA mereka kantongin tiap bulan. Kadang gue mikir, kalo gue dapet Rp.65.000.000,- sebulan selama bertahun-tahun, mau gue apain ya? Emang banyak siih baju, sepatu, tas atau barang-barang ajaib lainnya yang harganya selangit. Tapi, masa iya gue mau shopping ampe gila tiap bulan? Mending uangnya dipakai buat ngebangun negara aja. Atau buat ngurusin tuna wisma, memperbaiki makanan yang buat dipenjara (kecuali kalo penjaranya berbintang 5 yaa :p ), dan yang paling penting: buka lapangan kerja dan jamin kesehatan orang-orang yang berpengaruh dalam kemerdekaan negara Indonesia selagi zaman perang. Any other suggest?
Langganan:
Postingan (Atom)